2022, Di Kaur Kasus AIDS dan Malaria Nihil, Tuberkolosis 91 Kasus

Keterangan Gambar : Dinas Kesehatan dan Bappeda Litbang saat mengikuti Webinar


Kominfo- Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian AIDS-TUBERKULOSIS-MALARIA (ATM), Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) menggelar Webinar Nasional Review Perencanaan Daerah untuk ATM, Selasa (17/1/2023). Kegiatan yang di Fasilitasi Kementerian Dalam Negeri Melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah diikuti oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Kaur Felly Siantori, S.Kep, Subkoordinator Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menular Dinkes Kaur Beni Siska Sari, SKM dan Subkoordinator Pendidikan, Mental dan Bdauaya Bappeda Litbang secara virtual dari aula lantai tiga setda Kaur

Ketua Umum Pusat Asosiasi Dinas Kesehatan, dr. M. Subuh, MPPN mengatakan melihat perkembangan isu-isu kesehatan ini merupakan suatu isu-isu yang memang harus kita selesaikan bersama-sama artinya apa permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan dari sektor kesehatan saja Bahkan kalau menurut H. L. Bloom Ada suatu teori mengatakan bahwa 70% masalah kesehatan itu sebenarnya dapat diselesaikan di luar kesehatan itu sendiri

“tentunya hal ini Kita bisa belajar dengan stunting yang begitu masih gerakannya semua sektor bergerak padahal kalau kita melihat di anggaran yang spesifik menyebutkan stunting itu tidak ada, Jadi ini bisa kita contoh, contoh yang paling nyarta adalah tentang covid yang sebenarnya bisa kita jadikan model bahwa gerakan bersama ini tentu bisa mengantisipasi semua hal-hal yang bersifat kerjasama lintas sektoral ini akan jadi lebih baik lagi” Ujar Subuh

Subuh juga menyampaiakan Webinar yang dilaksanakan  hari ini akan membahas tentang AIDS, Tuberkolosis dan malaria, perlu juga disadarai TB dan Malaria penyakit yang sejak jaman sebelum kemerdekaan sudah ada, dan untuk penanganannya  yang memang harus lebih fokus dalam suatu u gerakan untuk mencapai eliminasi malaria tersebut

“kita sudah mempunyai final agenda yaitu pada tahun 2030 kita sudah harus mencapai eliminasi malaria dan tuberkolosis, tetapi kita harus juga menyelesaikan urusan-urusan yang belum bisa kita selesaikan secara terkoordinasi” terang Subuh

Subuh menambahkan pertemuan kali ini juga untuk berusaha untuk fokus dalam melakukan integrasi beberapa kegiatan sehingga upaya-upaya yang diharapkan dalam hal mencapai eliminasi Tuberkololosis, Malaria dan juga HIV AIDS ini bisa dipenuhi dengan baik

“kalau kita melihat peraturan-peraturan yang dibuat sudah banyak diantaranya Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 75 Tahun 2006 Peraturan Presiden (PERPRES) junto Peraturan Presiden (PERPRES) No. 124 Tahun 2016 mengenai Penanggulangan Aids Nasional serta Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 67 Tahun 2021 Penanggulangan Tuberkulosi, semua profesi ini tentu saja untuk mendorong adanya dukungan minta sektoral yang terkait dengan penanganan Aids dan tuberkolosis di Indonesia” terang Subuh

Lanjut Subuh dalam Perpres No. 18 Tahun  2020 tentang RPJMN juga ditegaskan target untuk tiga Penyakit ini yaitu AIDS tuberkulosis dan malaria artinya apa dukungan regulasi secara nasional ini sangat-sangat kuat sekali ya penting tinggal kita bagaimana Secara fokus melakukan upaya-upaya implementasi secara terintegrasi termodifikasi dari sisi perencanaan dari sisi pendanaan dari sisi operasional kemudian juga integrasi dari sisi monitoringnya evaluasi

Sementara itu, Kabid P2P Dinkes melalui Subkoordinator Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menular Dinkes Kaur Beni Siska Sari, SKM usai mengikuti kegiatan webinar kepada media center mengatakan, situasi ATM di Kaur Tahun 2022 untuk HIV AIDS tidak ada kasus, untuk kasus tuberkulosis (TBC) tahun 2022 terdapat 91 kasus, dan dalam proses pengobatan

“TBC bisa diatasi secara dini, dengan pengobatan rutin sampai tuntas 6 bulan/1 tahun maka bisa disembuhkan” terang Septi sapaan akrab Subkoordinator P3M  

Lebih lanjut, terkait Malaria pada tahun 2022 Kabupaten kaur sudah dinyatakan sebagai kabupaten dengan eliminasi malaria, Tetapi kasus baru masih temukan dari pendatang luar daerah yang datang membawa penyakit malaria.

“Saat ini ada pegawasan Pasien malaria yang baru pulang dari penugasan ke Papua dan sekarang masih menjali menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit Bengkulu Selatan” tambah Septi. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

function noCopy() { echo ''; } add_action('wp_head', 'noCopy');