Kurun Waktu Delapan Bulan Terjadi 44 Kasus DBD, Bupati Keluarkan Surat Edaran

Keterangan Gambar : Proses Fogging di daerah yang warganya terjangkit DBD (Foto Istimewa : Doc. Irul BE)


Kominfo- Untuk mencegah dan menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti, Bupati Kaur H. Lismidianto, SH MH mengeluarkan surat Edaran nomor : 800/890/DINKES/KK2022 tentang Pencegahan Penyebaran Penyakit  Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupatren Kaur

Dalam edaran tersebut, Bupati Kaur meminta kepada OPD dan instansi vertikal dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kaur untuk lebih giat menjaga lingkungan kantor dan sekitarnya dengan rutin melakukan kebersihan/gotong royong

Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk menugaskan seluruh Kepala Puskemas untuk lebih intens melakukan sosialisasi 3 M (Menguras,Menutup dan Mengubur) kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerja 16 puskesmas

Selain itu, Bupati memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menugaskan kepada seluruh kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan SMK untuk mengajak seluruh warga sekolah agar lebih giat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya

Sedangkan untuk Camat, Lurah dan Kepala Desa, dalam edaran tersebut Bupati memerintahkan untuk menghimbau dan mengajak seluruh warganya untuk melaksanakan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan dalam upaya membasmi berkembang biaknya jentik nyamuk dengan 3 M (Menguras,Menutup dan Mengubur/mendaur ulang barang bekas, Plus menghidari gigitan nyamuk dengan memakai kelambu saat tidur, memakai lotion anti nyamuk dan menutup ventilasi dengan jaring nyamuk)

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sarjadin, SKM saat di konfirmasi melalui pesan singkat menyampaikan kasus Demam berdarah Dengeu (DBD) yang terdata oleh Dinas Kesehatan berjumlah 44 kasus

“Dari hasil laporan yang kami terima, mulai bulan Januari- Agustus 2022, sudah ada 44 kasus DBD di kabupaten kaur” Ujar Sarjadin

Sarjadin juga menyampaikan untuk daerah yang ada kasus DBD juga sudah dilakukan pengasapan/ fogging yang bertujuan untuk membunuh nyamuk secara luas.

“Tetapi fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk, makanya masih dibutuhkan peran masyarakat untuk tetap peduli  kebersihan dengan tetap menerapkan 3 M” pungkas Sarjadin. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

function noCopy() { echo ''; } add_action('wp_head', 'noCopy');