Rakor TKPK, Rosjonsyah : Bantuan Banyak Tidak Tepat Sasaran

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Bengkulu Saat memberikan arahan pada rakor TKPK


Kominfo- Wakil Gubernur Bengkulu Dr. H. Rosjonsyah, S.Ip, M.Si  melakukan rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Ekstrem bersama Bupati Kaur H. Lismidianto, SH, MH dan Wakil Bupati Kaur Herlian Muchrim, ST sekalu ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD),  Selasa (2/8/2022). di aula lantai tiga pemda

Dalam sambutannya Bupati Kaur H. Lismidianto, SH MH mengucapkan terimakasih kepada Wakil Gubernur Bengkulu Selaku Ketua TKPK Provinsi sudah meluangkan waktu untuk menghadiri Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan.

Bupati menyampaikan Masalah kemiskinan adalah masalah multidimensi yang menjadi permasalahan tidak hanya di tingkat daerah, namun juga menjadi salah satu permasalahan nasional.

“Oleh karenanya, penanggulangan kemiskinan menjadi tanggungjawab bersama dan diperlukan penanganan secara multi sektor. Penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan dan program pemerintah yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat” Tutur Bupati

Bupati juga mengatakan dalam mengimplementasikan berbagai program penanggulangan kemiskinan, informasi mengenai siapa yang miskin, bagaimana karakteristiknya, dan dimana mereka berada (nama dan alamat) menjadi sangat penting. Untuk mengefektikan hal tersebut, Pemerintah daerah meminta kepala desa untuk membantu verifikasi dan validasi terhadap masyarakat yang terdata dalam data kemiskinan, sehingga penanganan rumah tangga miskin akan tepat sasaran. Demikian pula dengan terintegrasinya bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), keterpaduan lintas OPD dan berbasis data yang akurat diharapkan dapat memberikan efek signifikan kepada pengurangan kemiskinan di kabupaten kaur

Sementara itu Wakil Gubernur Bengkulu Dr H Rosjonsyah, S.IP, M.Si mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Kaur saat ini angka mencapai 18,47 persen, membuat Kabupaten Kaur menjadi kabupaten/kota termiskin ke-2 se-Provinsi Bengkulu setelah kabupaten Seluma yang berada di angka 18,72 persen

“Angka kemiskinan kabupaten kaur ini cukup tinggi 18,47 persen diatas angka kemiskinan nasional yang berada di angka 9,71 %” ungkap Wagub

Wagub menambahkan, dirinya selaku ketua TKPK Provinsi sengaja datang ke kabupaten kaur  menemui ketua tim TKPKD Kabupaten untuk memastikan program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di kabupaten kaur benar-benar berjalan

“Keberhasilan daerah dalam penanggulangan kemiskinan sangat ditentukan oleh tingkat validitas data di setiap daerah dan juga sinergisitas seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Termasuk melaksanakan program kegiatan yang terpadu dan terintegrasi dalam menyelaraskan dokumen perencanaan pembangunan daerah, juga menjadi tolak ukur dalam percepatan tindak lanjut penanggulangan kemiskinan” Ujar Wagub

Wagub juga meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati sekalu ketua TKPKD untuk segera membentuk Puskesos di setiap desa, yang nantinya bisa melakukan validasi data sebagai bahan laporan ke Pusdatin Kemensos

Nanti kalau puskesos sudah aktif di desa dan kecamatan, rumah-rumah yang tergolong layak dan mampu tapi masih ada label/stiker miskin dan menerima bantuan, nanti kita hapus datanya, ini jelas tidak tepat sasaran, dan bukti-bukti pendukungnya kita laporkan ke pusdatin kemensos agar bisa dihapuskan, kalau ini tidak kita lakukan sampai kapanpun angka kemiskinan di kabupaten kaur tetap akan tinggi” tegas Wagub. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

function noCopy() { echo ''; } add_action('wp_head', 'noCopy');