Sebagai Upaya Pencegahan Stunting, Dinkes Bagikan Tablet Tambah Darah

Keterangan Gambar : Pemberian TTD pada salah satu sekolah


Kominfo- Sebagai upaya meminimalisir angka anemia pada remaja putri terutama pada anak sekolah tingkat SMP dan SMA Dinas Kesehatan kabupaten Kaur melaksanakan Penyuluhan dan pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada 20 sekolah  tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK se-Kabupaten kaur beberapa waktu lalu.

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kaur Noptitin Arianti, SKM kepada media center mengatakan jika kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Aksi Bergizi dalam rangka penurunan anemia pada remaja, khususnya remaja putri yaitu dengan Pemberian Tablet Tambah Darah

“Selain minum tablet tambah darah, juga ada kegiatan edukasi gizi, penyuluhan kesehatan” Ujar Noptitin

Menurut Noptitin remaja putri rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Remaja yang menderita anemia berisiko tinggi untuk mengalami anemia pada masa kehamilannya. Hal ini akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan. Oleh karena itu, remaja dan wanita usia subur (WUS) perlu meminum Tablet Tambah Darah  sebanyak satu kali dalam seminggu. Sementara, ibu hamil mengkonsumsi  sebanyak 90 tablet atau lebih selama masa kehamilannya untuk mencegah anemia saat hamil.

 “TTD penting dikonsumsi oleh wanita usia subur. Nah remaja putri ini kan sudah masuk dalam kategori usia subur. Jadi pemberian TTD ini dimaksudkan mencegah anemia zat besi. Yang nantinya jika mereka sudah menginjak masa kehamilan tidak mengalami anemia. Karena kalau anemi saat hamil nanti akan membahayakan janin dan juga ibu hamil itu sendiri. Maka penting sekali konsumsi TTD setiap minggu,” terangnya.

Noptitin juga mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan hari juga  merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Stunting di kabupetan Kaur, dirinya  menyebutkan ada 3 upaya intervensi yang dilakukan untuk mencegah stunting Ketiga intervensi ini dimulai pada wanita sebelum kehamilan.

“Jadi yang intervensi akan fokus diarahkan pada wanita sebelum melahirkan, baik remaja di usia sekolah dan juga pada saat ibunya hamil,dan ini adalah titik yang paling rawan menyebabkan stunting,” Terang Noptitin.

Menurutnya, upaya ini bermanfaat untuk mencegah anemia yang berakibat pada kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa, penurunan produktivitas dan prestasi siswa serta menyiapkan mereka untuk melahirkan bayi yang sehat terhindar dari Stunting.

Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja, khususnya pada remaja putri. Kecukupan gizi remaja putri harus dipersiapkan sejak awal masa menstruasi agar saat melahirkan nanti status gizinya baik, sehingga bayi yang lahir akan terhindar dari resiko stunting” Ujar Noptitin

Untuk diketahui, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. Dilansir dari promkes.kemkes.go.id, menstruasi yang dialami remaja putri seringkali berpotensi menyebabkan anemia, yaitu kondisi di mana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Sehingga membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan. Anemia juga menyebabkan remaja putri mengalami berbagai kondisi seperti penurunan imunitas, penurunan konsentrasi belajar, penurunan prestasi di sekolah, serta enurunan kebugaran dan produktivitas.

Melihat kondisi demikian, maka upaya pemberian TTD menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya. Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah saat ini, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu. Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR).

Dengan konsumsi TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia, sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal. (094)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.

function noCopy() { echo ''; } add_action('wp_head', 'noCopy');